PRODI FARMASI STIKES PEKAJANGAN ADAKAN KULIAH UMUM IMUNOLOGI


Terakhir diperbarui oleh :
Mokhamad Arifin,

Senin 2016-02-17 09:28:00


 Ambokembang (13/2), Bertempat di Aula STIKES MuhammProgram studi S1 Farmasi STIKES Muhammadiyah menyelenggarakan Kuliah umum bertajuk  “Mengenal Lebih Jauh Penyakit Imunologi di Masyarakat” dengan pembicara Prof. Dr. Ediati, SE, Apt. Kuliah umum ini diikuti oleh 170 peserta, baik dari Dosen maupun Mahasiswa dari prodi Farmasi, Keperawatan, Kebidanan Maupun Fisioterapi dan dibuka oleh Ketua STIKES Muhammadiyah Pekajangan.


Pada kesempatan ini melalui kegiatan ilmiah “Kuliah Umum” pembicara Prof. Dr. Ediati, SE. Apt. Membahas tuntas tentang jenis-jenis penyakit Imunologi di masyarakat
Dalam Kuliahnya Prof Dr. Ediati, SE, Apt.   menyampaikan bahwa Kasus Imunologi banyak terjadi dimasyarakat mencakup : Kekebalan tubuh (Autoimun),   Alergi, Hipersenstifitas, dll, dan kasus ini perlu mendapatkan perhatian  khususnya bagi tenaga kesehatan. Penyakit imunologi tidak hanya karena faktor obat namun faktor lain seperti makanan, lingkungan dan lain sebagainya.


“Kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk membedakan komponen sel tubuh dari komponen patogen asing akan menopang fungsinya guna merespon infeksi patogen, baik yang berkembang biak di dalam tubuh (intraselular) maupun di luar tubuh (ekstraselular), sebelum berkembang menjadi penyakit” Imbuhnya . (Ar)



MENRISTEKDIKTI BERI SAMBUTAN


Terakhir diperbarui oleh :
Mokhamad Arifin,

Senin 2016-02-17 09:29:00


Yogyakarta (30/1) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. Mohamad Nasir,Ph.D.,Ak. dalam pidato mepada Forum Rektor Indonesia (FRI) 2016 di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta, (30/1) menegaskan bahwa perguruan tinggi harus meningkatkan kualitas untuk bersaing dalam kompetisi yang makin ketat, yaitu dengan cara higher education training dan innovation. Tolok ukur sebuah perguruan tinggi dianggap baik apabila bermanfaat bagi dunia usaha dan masyarakat. Konsep pendidikan yang bisa menghasilkan inovasi yang bermanfaat adalah melalui riset, dan melalui publikasi bisa dikembangkan riset tersebut menjadi sebuah inovasi.


Lebih lanjut, Menristekdikti menyampaikan bahwa riset yang dikembangkan Kemenristekdikti bekerjasama dengan Dewan Riset Nasional dan AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia) akan merangkul perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan riset ini. “Mohon dukungan para rektor untuk meningkatkan hal tersebut” katanya. Menurut Menristekdikti riset tersebut akan dikembangkan pada 7 bidang yaitu bidang  food and agriculture, health and medicine, ICT, transportation, material, teknologi pertahanan, energy and renewable energy serta kemaritiman. FRI diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk dapat memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia serta mengawal program penelitian tersebut.


Pembicara lain dalam FRI kali ini adalah Prof. Dr. A. Syafii Maarif (Tokoh Muhammdiyah) , DR. KH, Hasyim Muzadi (Tokoh NU), Direktur Hukum BNN Darmawel Aswar, SH., M.Hum dan Ketua KPK Ir. Agus Raharjo, MSM. (Ar)



PRESIDEN JOKO WIDODO BUKA KONFERENSI FORUM REKTOR INDONESIA


Terakhir diperbarui oleh :
Mokhamad Arifin,

Senin 2016-02-17 09:40:00


Yogyakarta (29/1)  Presiden RI, Ir. Joko Widodo, memberikan pidato sambutan dan sekaligus membuka Konferensi Nasional Forum Rektor Indonesia (FRI) 2016 di auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Sebagai pembicara utama, Jokowi menyampaikan tema Revolusi Mental untuk Mendukung Pencapaian Generasi Emas. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menegaskan peran universitas di arena kompetisi global. Di depan 414 rektor perguruan tinggi se-Indonesia,


Universitas ditantang untuk lebih berani secara terbuka mengelurkan hasil risetnya untuk masyarakat. Penegasan ini merupakan tuntutan persaingan global dalam ekonomi dunia. Kampus diharapkan mampu memberikan masukan apakah Indonesia akan bergabung di blok ekonomi tertentu.


"Saya sekarang belum putuskan apakah akan bergabung dengan Masyarakat Ekonomi Eropa, Amerika atau China. Ini harus diperhitungkan matang, apa untungnya. Saya minta masukan dari kampus, beri saya rekomendasi apa keuntungan dan keruginya” tegas Jokowi.
Jokowi juga berharap, kampus dapat  meningkatkan kapasitas diri demi persaingan global. Khususnya pada akativitas  masyarakat ekonomi Asia yang telah dimulai Desember 2015  lalu.(Ar)



        Copyright © 2015 STIKES Muhammadiyah Pekajangan. All Rights Reserved.