DUKUNG PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI, PRODI D III KEBIDANAN ADAKAN PELATIHAN PPGDON


Terakhir diperbarui oleh :
Mokhamad Arifin,

Senin 2016-03-28 09:48:00


Sebanyak 60 tenaga bidan   yang berasal dari bebagai kota dijawa tengah mengikuti dengan antusias p eltihan penanganan kegawatdaruratan genekologi dan neonatus ( PPGDON ) yang diselenggarakan oleh Program studi D III Kebidanan STIKES Muhammadiyah Pekajangan Februari lalu.
 

Menurut Ketua Panitia Rini K, M.Keb yan juga Kaprodi D III Kebidanan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kekmampuan bidan dalam penaganan kegawatdaruratan ginekologi dan neonatus yang meruapakan komponen penting dalam menekan angka kematan ibu dan bayi lahir yang saat ini an masih cukup tinggi di tanah air.
Seperti diketahui,  Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia  masih tinggi. Angka kematian ini berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas. Bukan karena sebab lain. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara target AKI di tahun 2015 adalah 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Jadi, target angka ini masih jauh dari yang harus dicapai.

AKI sebesar 359 ini, 82 persennya terjadi pada persalinan ibu berusia muda, 14-20 tahun.  Ada berbagai penyebab kematian ibu. Menurut laporan rutin Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) tahun 2007, penyebab langsung kematian ibu adalah perdarahan (39%), keracunan kehamilan (20%), infeksi (7%) dan lain-lain (33%). Kondisi tersebut ditunjang pula dengan keadaan sosial ekonomi sebagian masyarakat yang masih berada digaris kemiskinan, fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang belum tersebar secara merata tenaga kesehatan di seluruh wilayah Indonesia. Pelatihan ini meruapakan salah satu bagaian dalamupa penurunan AKI.


Tidak hanya alumni tapi dari bidan bidan dari luar alumni  yang sudah  bekerja, baik dari rumah sakit,  rumah sakit ibu anak, puskesmas, rumah bersalin ikut dalam kegiatan yang bekerjasama dengan EMS 1999 Jakarta ini. Selama 5 hari kegiatan, metode yang digunakan tidak hanya review teori namu juga demonstrasi, skill lab, dan diakhiri dengan simulasi.
“Dalam semester ini kami sudah adakan kegiatan pelatihan PPGDON ini 2 kali karena banyaknya animo dari tenaga bidan yang ada, kita berharap kedepan dapat dilaksanakan lagi dengan kualaitas yang lebih baik” imbuhnya.



SOSIALISASI TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TKI


Terakhir diperbarui oleh :
Mokhamad Arifin,

Senin 2016-03-28 09:43:00


Sosialiasi yang di disponsori oleh BNP2TKI (Badan Nasional  Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) , 16 Maret 2016 lalu merupakan kerjasama BP3TKI (Balai Pelayanan, Penempatan Perlindungan TKI ) Jateng dengan STIKES Muhammdiyah, Kegiatan dihadiri oleh dosen, mahasiswa dan alumni perguruan tinggi kesehatan di pantura tengan atara lain : STIKES Muhammadiyah Pekajangan, Poltekes Semarang di Pekalongan, Unikal, STIKES Bhamada Slawi, STIKes Kendal, Akper Pemkot Tegal dan Akper Muhammadiyah Kendal.
 
Sebagai tindakan lanjut dari BNP2TKI berharap peserta sosialisasi dapat mewujudkan adanya Training Center bagi calo tenaga formal kesehatan khusus di pantura tengah.
 



STIKES ADAKAN WORKSHOP KURIKULUM


Terakhir diperbarui oleh :
Administrator,

Senin 2016-03-01 09:54:00


Dalam rangka refreshing dan menyiapkan Kajian bahan ajar dan Rencana Pembelajaran Semester Genap Tahun ajaran 2015-2016, STIKES Muhammadiyah  Pekajangan Pekalongan mengedakan Workshop kurikulum yang dikuti oleh dosen tetap dan tidak tetap.
 
Kegiatan yang di yang berangsung 2 hari dari tanggal 17-18 Februari tersebut  di “Kawal” langsung oleh Wakil Ketua I STIKES Muhammadiyah bidang akademik Emi Nurlaela, SKp, Sp. Mat  yang menergetkan setelah kegiatan tersebut dosesn STIKES Muhammadiya Pekajangan Pekalongan dapat melakukan kajian  bahan ajar secara lebih komprehensip dan mampu membuat rencana pembelajaran semeter dari mata kuliah yang diampunya.



        Copyright © 2015 STIKES Muhammadiyah Pekajangan. All Rights Reserved.