DOA RESTU ORANG TUA SANGAT PENTING DALAM KEBERLAJUTAN PENDIDIKAN ANAK


Terakhir diperbarui oleh :
Humas,

Senin 2018-01-28 12:53:00


Bertajuk “Menetapkan strategi belajar dan pembelajaran yang tepat serta  merencakan studi lanjut bagi siswa di era melenia” merupakan tema sentral seminar pendidikan yang diselenggarakan oleh STIKES Muhammadiyah Pekajangan 18 Januari 2018 di Auditorium STIKES Muhammadiyah Pekalongan

Kegiatan yang diikuti 250 peserta dari beberbagai SMA di Pekalongan, Batang, Pemalang  ini berlangsung meriah, peserta yang kebanyakan  dari siswa dan  guru SMA ini aktif menyimak dan bertanya tentang materi yang disampaikan oleh pembicara Taufik Kasturi M.Si, Ph.D dan    Milatun Hanifah SST, M.Keb.

Dalam materinya Taufik Kasturi yang juga Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Surakarta mennyampaikan, bahwa Guru sudah seharusnya merencanakan strategi pembelajaran yang tepat agar anak didiknya mempunyai kualitas yang baik, setelah itu siswa juga harus dapat memilih jurusan di Perguruan Tinggi yang sesuai dengan pasion/bakat keinginannya. Peran orang sangatlah penting terutama dalam merestui anaknya melajutkan kuliah, dukungan tidak hanyanya material tapi juga doa motivasi dalam proses pemelihan jurusan dan perguruan tinggi dan selama proses pendidkan. Orang tua juga   tidak perlu memaksakan kehendaknya dalam pemilihan  jurusan, “Bahkan doa restu orang tua sangatlah penting dalam keberlajutan pendidikan anak” tandasnya.

Dafit Arifianto, M.Kep.Sp.KMB. yang merupakan ketua penyelenggara dan sekaligus wakil ketua III STIKES Muhammadiyah Pekajangan mengungkapkan, kegiatan ini merupakan kegiatan pra milad STIKES sekaligus strategi sosialiasi STIKES  kepada masyarakat  jelang tahunajaran baru 2018/2018 mendatang. “Kita bersyukur animo peserta lebih dari 70% target, dan dalam sesi tanya jawab terlihat kebayakan siswa tertarik untuk mengetahui strategi memilih perguruan tinggi setelah  kelulusan nanti” ungkapnya.



PERCEPAT INTERNASIONALISASI, STIKES TIINGKATKAN TANDATANGANI KERJASAMA DENGAN 21 PERGURUAN TINGGI DI TAIWAN


Terakhir diperbarui oleh :
Humas,

Senin 2018-01-11 15:58:00


Baru –baru ini STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan  menjalin MoU dengan 21 Universitas  Terkemuka di Taiwan antara lain Asia University, University o Taipei, Fae Yun University, Hsing Cun university, Cheng Hua Universitydll.   yang  dapat dimanfaatkan oleh prodi Keperwatan Kebidanan Farmasi atau Fisioterapi. Kegiatan tersebut  dibengkus dalam kunjungan  6 hari (6-10 Desemebr 2017) dalam kordinasi Pimpinan Pusat Muhammadiayh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan yang dilakukan dalam rangka percepatan Internasionalisasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah, .

Kegiatan  ini merupakan  tindak lanjut PP Muhammadiyah memenuhi undangan Ministry of Educatoin Taiwan . Delegasi dipimpin langsung oleh Ketau Majelis Diktiktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof . Dr. Lincolyn Arsyad M.Sc. dan diikuti pula oleh Prof. Dr.  Edy Suadi Hamid, M.Ec. (wakil ketua) dan Pro Suyuti, M.Pd. Med. Ph.D.(sekrertis)  di ikuti juga 20 rektor dan 4 Ketua Sekolah Tinggi salah satunya Ketua STIKES Muhammdiayah Pekajangan Dr. Hj. Nur Izzah Priyogo, SKp.M.Kes.

Ditemui di ruang kerjanya, Ketua STIKES Nur Izah Priyogo menuturkan, kegiatan ini merupakan upaya  kongkrit  Muhammadiyah dalam  meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya  di Perguruan Tinggi Muhammadiayah namun juga dalam membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan  di Indonesia. Undangan dari Ministry of Educatoin Taiwan  merupakan wujud kepercayaan  pendidikan tinggi di luar negeri khususnya Taiwan terhadap perguruan  Tinggi Muhammadiyah. Taiwan dikenal sebagai negera dengan  kualitas sumberdaya manusia  dan teknologi yang sangat  sangat diperhitungkan didukung oleh pendidikan tinggi yang berkualitas.

“Kualitas sumberdaya manusia  merupakan hal yang sangat krusial dalam pengelolaan perguruan tinggi. Bila saat ini pendidikan minimal dosen adalah S2, maka 5-10  tahun kedepan sangat dimungkinkan pendidikan dosen minimal adalah S3. Sebagai mana sudah diterapkan di beberapa negara Asia.  Maka  setelah penanda tangan MoU ini diharapkan STIKES Muhammadiyah Pekajangan  akan  menindaklanjutinya dengan pengiriman tugas belajar dosen,  pelatihan dosen, dan kerjasama riset” imbuhnya

 



PRODI BIDAN GANDENG PMI BENTUK BANK DARAH


Terakhir diperbarui oleh :
Humas,

Senin 2018-01-11 15:33:00


Dalam rangka  meningkatkan persediaan darah di Kabupaten Pekalongan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya ibu melahirkan yang membutuhkan darah, Program Studi D III Kebidanan  menyelenggarakan  kegiatan donor darah dan cek golongan darah bekerjasam dengan PMI Kabupaten Pekaongan. Dari Desa Tenogo dan Desa Domiyang Kecamatan Paninnggaran Kabupaten Pekalongan tercatatat  peserta chek golongan adarah adalah 88 orang, dan peserta donor darah  adalah 31 orang. Hasil kegiatan  ini berjalan lancar, antusiame warga sangat baik. Untuk warga yang sudah mengetahui golongan darahnya hanya menyerahkan data saja, tidak dilkukan pemeriksaan ulang untuk golongan darah. Hasil Kegitan ini bisa digunakan untuk membantu warga masyarakat desa dalam mencari golongan darah, apabila suatu ketika terjadi kegawat daruratan maternal atau kegawat daruratan yang lain.

Donor darah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PKL/PKMD Prodi DIII Kebidanan STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan yang dilaksanakan Kecamatan Paninnggaran Kabupaten Pekalongan. Pelaksanaan  selama tiga minggu (14 Desember 2017 – 4 Januari 2018).  Kegiatan ini  salah satunya dibalut dengan pembentukan  Bank Darah yang bekerjasama dengan PMI Kabupaten Pekalongan dan Puskesmas Paninggaran. Kegiatan ini dilatarbelakangi bahwa salah satu unsur desa siaga adalah terbentuknya Bank Darah.

“ Para warga dikelompokan berdasarkan golongan darahnya sehingga  akan memudahkan warga dalam mendapatkan darah yang sesuai dengan kebutuhannya.” Ungkap Nina Suhana, MPH ketua Prodi DIII kebudanan stikes Muhammadiyah Pekajngan

 



TAHUN 2017, STIKES NAIK KE PERINGKAT 280


Terakhir diperbarui oleh :
Humas,

Senin 2018-01-02 14:25:00


TAHUN 2017,  STIKES  NAIK KE PERINGKAT 280

Setelah pada periode tahun 2016  STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan  berada pada peringkat 372, pada tahun 2017 ini naik   92  point menjadi peringkat 280. Pemeringkatan ini merupakan hasil pemeringkatan perguruan tinggi  dari Kemenristek dikti berdasarkan penilaian 3.244 perguruan tinggi negeri dan swasta se Indonesia yang dirilis baru baru ini.

Seperti diketahui sejak tahun 2015 lalu kementrian riset teknoogi dan pendidikan tinggi merilis peringkat perguruan tinggi se Indonesia yang didasarkan atas SDM, kelembagaan, kinerja kemahasiswaan, penelitian dan publikasi  diperguruan tinggi.  Pada tahun 2015 lalu  STIKES Muhammadiyah berada pada peringkat 653, tahun 2016 naik di  peringkat 372 dan pada tahun 2017 ini naik lagi di peringkat 280. Disamping itu capaian kinerja penelitian berada pada claster 3 (madya)  dan kinerja pengambdian berada juga pada klaster 3 (memuaskan).

Prestasi  ini menunjukan bahwa STIKES Muhammadiyah Pekajangan telah melakukan upaya konkrit dalam meningkatkan kualitas pendidikannya.  Prestasi ini masih perlu  dipertahankan dan ditingkatkan  dimasa yang akan datang. Pimpinan perguruan juga tinggi optimis STIKES masihbisa meraih prestasi yang lebih baik lagi dengn dukungan dari berbagai pihak terkait.  

 

Nama Perguruan Tinggi

Komponen

Skor Total Konversi

Peringkat Umum

Cluster

SDM

Kemahasiswaan

Kelembagaan

Penelitian dan Publikasi

Nilai

Peringkat

Nilai

Peringkat

Nilai

Peringkat

Nilai

Peringkat

STIKES Muhammadiyah Pekajangan

1,1059

1501-2000

0,194

236-245

2,7944

185-187

0,5733

201

32,73

280-281

3

Rataan Cluster 3

1.63

0.00

2.45

0.33

31.275

   

Range Cluster 3

0.24 - 3.17

0.00 - 0.64

1.10 - 3.60

0.00 - 1.38

26.5 - 43.475

   

Jumlah PT Cluster 3

691 Perguruan Tinggi Non Politeknik

   

Rataan Total

0.94

0.02

1.71

0.15

21.00

   

 

Sumber : Peringka Pergurauan Tinggi 2017 @ Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

 



247 mahasiswa stikes diwisuda


Terakhir diperbarui oleh :
Humas,

Senin 2017-10-12 10:07:00


-         Calon alumni dibekali pendidikan karakter

-         Peringkat stikes naik signifikan

 

Bertempat  di edung Junaid Convention Centre Buaran, 247 mahasiswa  Stkes Muhammadiyah Pekajangan hari ini di wisuda  yang terdiri  Sarjana keperawatan  29,  Program Profesi Ners 81, diploma tiga keperawatan 64 dan Diploma tiga kebidanan 73 orang. Sehari sebelumnya telah dlakukan persiapan dan gladi bersih prosesi  ditempat yang sama. Ketua Stikes Muhammadiyah Pekajangan periode 2017-2021   Dr. Hj. Nur Izzah Priyogo, SKp, M.Kep.  menyampaikan bahwa saat ini kepercayaan masyarakat terus bertambah  hal ini  ditandai dengan jumlah mahasiswa yang saat ini meningkat,  tercatat tahun 2017 mahasiswa aktif sebanyak 1.372 naik 16% dari tahun sebelumnya,  sebagai konsekuensinya jumlah dosen juga ditambah dimana saat ini jumlahnya  sudah mencapai  57 dosen 2 diantaranya telah berpendidkan S3, dan 17 dosen  telah tersertifikasi,  naik 17% dari tahun sebelumnya

STIKES Muhammadiyah Pekajangan telah terakreditasi institusi B, D III Keperawatan (B), D III Kebidanan (B), S1 Keperawatan (B), Profesi Ners (B), sedangkan S1 Farmasi dan S1 Fisioterapi saat ini masih proses akreditasi dengan LAM PT Kes.

Dalam bidang penelitian STIKES Muhammadiyah Pekajangan telah mencapai klaster 3 (madya), dimana dari 3.244  perguruan tinggi di Indonesia yang  diklaster 1 (mandiri) berjumlah 12 PT, klaster 2 (utama) berjumlah   82 PT,  klaster 3 (madya)  berjumlah   645 PT dan sisanya 2000 lebih perguruan tinggi  masih berada di klaster 4 (binaan) dan klaster 5. Peningkatan diberbagai lini tersebut  membuat STIKES Muhammadiyah Pekajangan telah berada pada  peringkat 372 dari 3.244 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia versi kemenristekdikti.   Capaian ini naik 281 tingkat dari tahun sebelumnya yang masih berada pada posisi peringkat 653.  Hal ini menunjukan bahwa keberadaan STIKES muhammadiyah Pekajangan cukup diperhitungkan khususnya di Jawa Tengah.

Sebagai upaya mewujudkan visi Menjadi institusi pendidikan kesehatan yang unggul di tingkat Nasional berdasarkan nilai-nilai Islam pada tahun 2025, setiap calaon wisudawan  diwajibkan mengikuti Darul Arqom Purna Studi (DAPS) yang berisi pendalaman  Islam dan Kemuhammadiyahan di akhir program. Kegiatan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembentukan karakter calon wisuduwan.  Evaluasi dilakukan dengan metode OSCE yang terdiri dari  penilaian    Baca Tulis Al Quran, Sholat, Doa, Perawatan  Jenazah  Kultum dan ibadah praktis lainnya dalam 10 stase yang berbeda-beda. Tidak hanya diakhir program pendidikan karakter ini juga diberikan diawal semester 1 tiap angkatan, dimana mahasiswa baru wajib mengkuti program ini di asrama selama 3 bulan, di lanjutkan paket mata kuliah Al Islam dan kemuhamadiyah tiap semesternya sesuai paket dari PP Muhammadiyah.

“STIKES Pekajangan saat ini  sedang menyiapkan Prodi S1 Kebidanan, dan prosesnya sudah mendapat rekomendasi dari IBI Provinsi Jateng  dan sedang  menunggu rekomendasi IBI pusat.   STIKES juga telah mendapat dorongan  dari  Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan  dan dari beberapa elemen masyarakat untuk menjadi Universitas  sehingga  kami   telah  melakukan langkah awal persiapan menuju kesana.  Kami mohon doa restu kepada seluruh masyarakat agar harapan ini dapat segera  terwujud”. Imbuh Ketua STIKES disela-sela persiapan wisuda.                

 

 

 





Hal : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34

        Copyright © 2015 STIKES Muhammadiyah Pekajangan. All Rights Reserved.