Syafii Maarif PTM Harus Jadi Pusat Pengembangan Moral dan Intelektual


Terakhir diperbarui oleh :
Administrator,
Senin 2011-11-08 21:44:00


Yogyakarta- Kecerdasan hati berbeda dengan kecerdasan otak. Dalam Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dinilai belum cukup untuk menciptakan pendidikan yang lebih baik. Banyak orang cerdas intelektual tetapi kurang cerdas hatinya sehingga perlu ditambah menjadi catur darma. Sehingga Perguruan Tinggi (PT) dapat menjadi pusat pengembangan moral tidak hanya intelektual.

Demikian disampaikan Syafii Ma’arif atau ya ng akarab disapa Buya pada ‘Malam Refleksi Milad Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Ebiet G.Ade dan Syafi’I Ma’arif’ Senin (28/2 / 2011) malam di Sportorium UMY.

Menurutnya PT merupakan pusat pengembangan moral. Bukan hanya mengembangkan intelektual seseorang. “Dengan berkembangnya teknologi yang telah dibuat hingga saat ini, pertanyaan yang kemudian tercetus adalah apakah manusia semakin berkembang? Saat ini yang terjadi manusia mencari kebahagiaan tetapi justru malapetaka yang didapat. Damai yang dirindu malah perang yang terjadi,”urainya.

Terkait usia UMY ke 30 ini, Buya berharap, UMY menjadi PT yang dapat diandalkan secara akademik, diharapkan mampu melahirkan ilmuwan dan sarjana yang memiliki kepekaan moral tidak tergoda oleh jabatan, memiliki idealisme bukan idealisme musiman. “Mampu menciptakan akademi professional, pemikir yang reflektif, mampu merenung masalah besar yang terkait masalah bangsa, kemanusiaan, keadilan.”tegasnya.

Buya berharap agar homo sapiens yang bijak muncul dari UMY dan mampu menjadi pribadi sebagai pencari kebenaran. “Karena perjuangan tidak pernah selesai, jadilah pencari kebenaran,”terangnya. Malam refleksi tersebut selain diisi oleh Syafi’I Ma’rif juga diisi oleh musisi Ebiet G.Ade yang menyanyikan sekitar 15 lagu andalannya. Diawali dengan lagu Elegi Esok Pagi, Untuk Kita Renungkan, Cintaku Kandas di Rerumputan, Titip Rindu Buat Ayah, Nyanyian Suara Hati, Cita-cita Kecil di Anak Desa, Berita Kepada Kawan, Camelia I, Nasihat Pengemis untuk Istri dan lagu-lagu lainnya.

Pada malam Refleksi tersebut UMY juga dilakukan launching UMY TV oleh Rektor UMY, Ir. Dasron Hamid, M.Sc. UMYTV sebelumnya sudah mulai diujicoba pada Muktamar Seabad Muhammadiyah yang lalu dan saat ini sudah mulai bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar kampus pada channel 53 UHF dan frekuensi 723,25 megahertz yang menayangkan acara info yogya, agenda akademik, UMY Update, Silaturahmi, Sentuhan Qolbu, School Inside, dan Cinem UMY. Selain dosen dan karyawan serta mahasiswa, masyarakat sekitar UMY juga turut serta memeriahkan acara tersebut.(www.muhammadiyah.or.id)



        Copyright © 2015 STIKES Muhammadiyah Pekajangan. All Rights Reserved.