PERCEPAT INTERNASIONALISASI, STIKES TIINGKATKAN TANDATANGANI KERJASAMA DENGAN 21 PERGURUAN TINGGI DI TAIWAN


Terakhir diperbarui oleh :
Humas,
Senin 2018-01-11 15:58:00


Baru –baru ini STIKES Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan  menjalin MoU dengan 21 Universitas  Terkemuka di Taiwan antara lain Asia University, University o Taipei, Fae Yun University, Hsing Cun university, Cheng Hua Universitydll.   yang  dapat dimanfaatkan oleh prodi Keperwatan Kebidanan Farmasi atau Fisioterapi. Kegiatan tersebut  dibengkus dalam kunjungan  6 hari (6-10 Desemebr 2017) dalam kordinasi Pimpinan Pusat Muhammadiayh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan yang dilakukan dalam rangka percepatan Internasionalisasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah, .

Kegiatan  ini merupakan  tindak lanjut PP Muhammadiyah memenuhi undangan Ministry of Educatoin Taiwan . Delegasi dipimpin langsung oleh Ketau Majelis Diktiktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof . Dr. Lincolyn Arsyad M.Sc. dan diikuti pula oleh Prof. Dr.  Edy Suadi Hamid, M.Ec. (wakil ketua) dan Pro Suyuti, M.Pd. Med. Ph.D.(sekrertis)  di ikuti juga 20 rektor dan 4 Ketua Sekolah Tinggi salah satunya Ketua STIKES Muhammdiayah Pekajangan Dr. Hj. Nur Izzah Priyogo, SKp.M.Kes.

Ditemui di ruang kerjanya, Ketua STIKES Nur Izah Priyogo menuturkan, kegiatan ini merupakan upaya  kongkrit  Muhammadiyah dalam  meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya  di Perguruan Tinggi Muhammadiayah namun juga dalam membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan  di Indonesia. Undangan dari Ministry of Educatoin Taiwan  merupakan wujud kepercayaan  pendidikan tinggi di luar negeri khususnya Taiwan terhadap perguruan  Tinggi Muhammadiyah. Taiwan dikenal sebagai negera dengan  kualitas sumberdaya manusia  dan teknologi yang sangat  sangat diperhitungkan didukung oleh pendidikan tinggi yang berkualitas.

“Kualitas sumberdaya manusia  merupakan hal yang sangat krusial dalam pengelolaan perguruan tinggi. Bila saat ini pendidikan minimal dosen adalah S2, maka 5-10  tahun kedepan sangat dimungkinkan pendidikan dosen minimal adalah S3. Sebagai mana sudah diterapkan di beberapa negara Asia.  Maka  setelah penanda tangan MoU ini diharapkan STIKES Muhammadiyah Pekajangan  akan  menindaklanjutinya dengan pengiriman tugas belajar dosen,  pelatihan dosen, dan kerjasama riset” imbuhnya

 



        Copyright © 2015 STIKES Muhammadiyah Pekajangan. All Rights Reserved.